page contents Oktober 2014 ~ informasi dan aplikasi

hosting

Web Hosting

Jumat, 03 Oktober 2014

cara buat pupuk

langkah - langkah pembuatan pupuk antara lain;
*kumpulkan sayur-sayuran yang sudah bussuk
*buatlah lobang untuk pembusukan sayur-sayuran
*diamkan sayur-sayuran selama 15 hari
*ambil sayur-sayuran yang sudah didiamkan/dibusukkan didalam lobang
*masukkan kedalam drum minyak
*tambahkan air
*masukkan EM4
*lalu diaduk-aduk
*lalu sayur-sayuran yang telah dimasukkan kedalam drum dan telah diaduk
*kemudian sayur-sayuran tersebut di keringkan di terik matahari sampai kering
**dan siap dipakai

artikel


MENGENANG TSUNAMI ACEH
Tsunami berasal dari  jepang yang berarti pelabuhan (“tsu”) dan gelombang (“name”) yang berarti gelombang air yang sangat besar yang dibangkit kan oleh macam-macam gangguan di dasar samudra. Gabungan dapat berupa gempa bumi, pergeseran lempeng, atau gunung meletus. Kejadian ini pernah terjadi pada tanggal 26 desember 2004 di aceh, yang merupakan tsunami ke-5 terbesar setelah terjadi pada pada tahun 1900.
Masih lekat dalam ingatan ini begitu dahsyatnya bencana Tsunami Aceh 10 tahun silam. Musibah yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 di Serambi Mekkah ini, sontak membuat semua mata miris dan terhenyak kaget.
 
           

Kejadian terjadinya tsunami diaceh memiliki tiga faktor, faktor yang pertama adalah gempa bumi Gempa bumi yang terjadi berasal dari laut, Gempa bumi yang terjadi memiliki kedalaman yang kurang dari 60km, Gempa bumi yang memiliki kekuatan di atas 6,0 Skala Richter, Patahan yang berupa patahan turun ( normal fault) atau patahan naik (thrush fault). Tsunami yang berasal dari gempa menghasikan gelombang yang cukup besar. Pada saat itu, lempeng samudra slip tepat di bawah lempeng kontinen. Salah satu contoh tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi yaitu terjadi pada tanggal 26 Desember 2004, yaitu gempa bumi berkekuatan 9 Skala Richter di dasar laut dengan kedalaman 30 km mampu membangkitkan tsunami yang memiliki kecepatan awal sekitar 700km/jam, dengan lokasi di sebelah Barat Daya Aceh. Kecepatan tsunami berkisar antara 15 sampa 40km per jam. Tinggi gelombang yang dihasilkan dari sunami ini setinggi 2 hingga 48 meter.  

Dan selain gempa bumi, faktor tsunami yang ke dua berupa longsor (Land slide) yaitu tanah yang mengalami penurunan dalam jumlah yang luas. Longsoran biasanya terjadi di dasar samudera. Tsunami yang terjadi akibat longsor lebih ringan sehingga tidak akan mengakibatkan kerusakan yang parah seperti ketika terjadi tsunami akibat gempa. Salah satu tsunami yang disebabkan oleh tanah longsor ini adalah tsunami yang terjadi di Alaska pada 1958. Penyebab dari longsoran adalah gucangan gempa bumi yang terjadi sebelumnya, sehingga tsunami yang terbentuk ini menjalar dengan cepat sepanjang teluk, dengan ketinggian 350 – 500 meter, yang menyapu lereng-lereng gunung, pepohonan, dan semak belukar yang berada di sana, factor ke tiga berupa gunung berapi yang berada di tengah laut. Tsunami akan tejadi apabila gunung berapi tersebut meletus sebagai akibat dari kolom air yang naik karena letusan vulkanik yang terjadi pada gunung berapi tersebut. Sebagai contoh gelombang tsunami yang disebabkan oleh meletusnya gunung Krakatau pada tahun 1983.
Penyebab terjadinya tsunami dikarenakan adanya gelombang local yang menjadi peringatan pertama tsunami yang terjadi. Jika orang tersebut bisa merasakan gempa di daerah rawan tsunami, dan mendengarkan peringatan dari radio atau TV, maka orang itu harus langsung berlari ke daratan tinggi agar air tsunami tersebut tidak kena dan kita aman. Dan tsunami Surut Samudera bisa diartian sebagai penyebab tsunami dimana kenaikan air tak terduga atau surutnya air laut dari ketinggianyang biasanya juga menjadi tanda terjadinya tsunami. Air laut surut dengan cepat, terlihatnya dasar laut, terumbu karang dan ikan. merupakan pertanda bahwa gelombang besar dalam perjalanan. Bila hal ini terjadi alangkah baiknya kita segera menuju tanah tinggi atau minimal 4 mil dari pantai yang akan terjadi tsunami.

  Penyebap tsunami tsunami dikarnakan terjadinya gempa yang sangat dasyat dari patahnya rekahan sepanjang 1.600 kilometer dimana lempeng tektonik india bertabrakan dibawh lempeng sunda. rekahan yang tergelincir sekitar 20-25 meter dalam waktu hamper seketika. Banda Aceh yang tidak bergerak sama sekali tapi dekat dengan bagian dari rekahan, namun daerah itu yang paling parah.
     Para ilmuan pun berkata, patahan utama tidak cukup menghasilkan tsunami yang sangat dasyat/ besar. dan bahwasanya patahan miring hanya perlu bergeser 5 meter untuk menghasilkan tsunami besar-besaran yang menelan Banda Aceh, setara dengan gempa 7,8 atau 7,9 magnitudo. Pebedaan kepadatan zona sesar lapisan rendah yang menyebapkan pergerakan berbatuan di sekitarnya.
"Dengan memahami parameter yang membuat kawasan tertentu lebih berbahaya dalam hal gempa bumi dan tsunami maka kita dapat mengetahui potensi bahaya di kawasan lain, Kita perlu memeriksa apa yang membatasi ukuran gempa bumi dan sifat apa saja yang berkontribusi dalam pembentukan tsunami,
  Penyebap terjadinya gempa yang mengakibatkan tsunami:
1. Gempa bumi yang berpusat ditengah laut dan dangkal (0 -30 km)
2. Gempa bumi dengan kekuatan sukurang – kurangnya 6,5 Skala Richter
3. Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun
            Dan tanda-tanda terjadianya tsunami merupakan surutnya air lau secara drastic dan tiba-tiba. Air laut bias surut sampai ratusan meter. Surutnya air laut ini bukan bukti berakhirnya bencana akan terjadinya gempa bumi akan tetapi menandakan adanya bencana lain yang terjadi akibat gempa bumi yaitu tsunami. Selain itu, tanda terjadinya tsunami bias juga diliahat dari batas horizontal antara lautan dan langit tidak jelas (seperti terlihat mendung). Ini sebenarnya terjadi karena gelombang tsunami yang ada di lautan sedang menuju ke daratan dank arena gelombang tersebut semakin meninggi, maka butir-butir air laut yang terbawa oleh gelombang. Tanda-tanda ini bias dilihat dengan langsung atau dengan jelas.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menyatakan bahwa kerugian setelah terjadinya tsunami pada tanggal 26 desember 2004 di aceh, mencapai US$ 4-4,5 miliar.
 Dari sekian kerugian yang terjadi meliputi hancurnya bangunan fisik di wilayah Aceh yang disebapkan oleh terjadibya tsunami yang sangat dasyat. “Kerugian itu termasuk potensi pendapatan yang hilang akibat kerusakan,” kata Sri Mulyani dalam seminar tentang perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi masyarakat Aceh dan Sumatera Utara di Gedung Bappenas Jakarta hari ini.

Menurut Sri Mulyani, pemerintah akan melakukan penanggulangan dampak bencana dalam tiga tahap selama lima tahun. 

Pertama, tahap darurat yang bertujuan menyelamatkan jiwa korban bencana selama 6-12 bulan setelah bencana. Kedua, tahap rehabilitasi yang memakan waktu 1,5-2 tahun dengan tujuan pemulihan standar pelayanan minimum. 

Terakhir, tahap rekonstruksi yang bertujuan membangun kembali seluruh sistem ekonomi, transportasi, telekomunikasi, sosial budaya dan kelembagaan yang memakan waktu lima tahun. “Anggarannya masih dalam proses pembahasan,” katanya. 

Sementara itu, beberapa negara telah menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan sebesar US$ 371,55 juta, termasuk yang dikelola Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) US$ 240 juta.
   Dan korban jiwa dari terjadinya bencana tsunami ini mencapai kurang lebih 250 ribu nyawa melayang dalam sekejab di seluruh tepian dunia yang berbatasan langsung dengan samudra Hindia. Di daerah Aceh merupakan korban jiwa terbesar di dunia dan ribuan banguan hancur lebur, ribuan pula mayat hilang dan tidak di temukan dan ribuan pula mayat yang di kuburkan secara masal.
Menurut U.S. Geological Survey korban tewas akibat tsunami di Aceh mencapai 283.100, 14.000 orang hilang dan 1,126,900 kehilangan tempat tinggal. Menurut PBB, korban 229.826 orang hilang dan 186.983 tewas. Tsunami Samudra Hindia dalam sepuluh tahun terakhir menjadi sebuah kejadian sebuah kejadian terburuk.
            Banyak tanggapan setelah terjadinya tsunami di Aceh pada tanggal 26 desember 2004 pada pukul 08:00 WIB dengan 9 skala Rchter, tanggapan pertama ialah tentang memperbaikinyan karakter bangsa terhadap  Korupsi yang terjadi dimana-mana, tanpa terkecuali pada saat penanganan pasca tsunami. Banyak dana pembangunan infrastruktur yang dikorupsi oleh pejabat yang tak punya hati nurani, sehingga hasil yang di rencana kan tidakm sesuai.  Langkah awal yang harus kita gunakan untuk mencegah aksi para koruptor  ialah dengan memperbaiki sistem pendidikan anak –anak bangsa agar nantinya merek tidak melakukan tindakan korupsi disaat mereka sudah menjadi dewasa nanti. Dan orang tua mereka hendaknya memberikan pengertian tentang pendidikan yang terbaik kepada anak-anaknya, baik dimulai dari lingkungan keluarganya maupun pergaulan yang baik dan benar.
 Dan tanggapan lainnya tentang sistem peringatan tsunami yang harus dipasang di tempat-tempat rawan tsunami untuk mencegah korban jiwa. Cara kerja sistem ini dengan mencatat perubahan tekanan dari dasar laut dan mengirimkan informasi ke sensor pada pelampung, selanjutnya dikirim ke stasiun peringatan melalui satelit. Pusat-pusat peringatan mengeluarkan peringatan tsunami melalui stasiun radio dan TV untuk daerah rawan tsunami.
Sistem peringatan tsunami dikembangkan oleh BMKG (Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika) bersama dengan instansi pemerintah pusat, daerah, instansi non pemerintah, dan negara-negara donor. Dengan sistem ini, diharapkan pemberitahuan tentang adanya bahaya tsunami secepatnya diketahui.
Cara kerja sistem ini adalah dengan merekam terjadinya gempa menggunakan seismograf (alat pencatat gempa), kemudian hasilnya dikirimkan ke BMKG pusat yang ada di Jakarta dengan bantuan satelit. Selanjutnya data ini diolah BMKG dengan peralatan canggih dan apabila data yang dihasilkan memberitahukan datangnya tsunami, BMKG akan menyebarkannya kepada masyarakat melalui pemerintah daerah dan media terkait.
Selain itu, peringatan akan bahaya tsunami dapat juga dikirimkan melalui SMS, Faximilie, telepon, ranet (radio internet), FM RDS (Radio Data System), dan melalui website resmi BMG.
Perkembangan ekonomi di aceh setelah terjadinya tsunami pada tahun 2004 silam  dipusatkan pada rehabilitas dan rekonstruksi rumah dan investasi tidak bergerak lainnya, hal ini lah yang menyebabkan saat ini tidak ada dampak ekonomi nyata di Aceh, dengan besarnya arus modal yang masuk ke Aceh melalui berbagai badan internasional, NGO dan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, fokus pembangunan hanya berkutat pada persoalan aspek fisik dan infrastruktur saja, dengan mengabaikan persoalan ekonomi lainnya. "Seharusnya pada saat ini manajemen bencana juga bisa memprediksi kebutuhan basis dasar bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan di Aceh,"
Proyek-proyek tentang pembangunan fisik di Aceh dititik pembangunan infrastruktur jalan, jembatan serta pelabuhan udara dan laut.
 Yang dipermasalahkan, sektor ekonomi ril masyarakat tidak bergerak, walau secara infrastruktur ekonomi, seperti jalan dan pelabuhan sudah sangat memadai. Contohnya, proyek monumental pasca bencana Tsunami adalah jalan lintas barat yang dibangun oleh USAID, namun persoalan yang muncul kemudian adalah jalan ini belum terhubung dengan ruas jalan lainnya disepanjang kawasan barat-selatan, sehingga pemanfaatannya belum optimal.

"Dan jika kita perhatikan hal-hal yang lainn iyalah proyek pemberdayaan ekonomi ril masyarakat yang dilakukan oleh BRR pada masa itu, saat hampir dapat dikatakan gagal. Seharusnya, prioritas yang dilakukan pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh untuk perbaikan sarana infrastruktur irigasi di Aceh, yang sebagian hancur akibat bencana.
                Maka dari itu, perkembangan ekonomi di Aceh setelah pasca tsunami susah untuk dikembangkan.
. putraalexi.blogspot.com